
"Dari Evaluasi Menuju Takhta: Perjalanan STKIP Pasundan Mengunci Gelar Juara NCFS 2026"
- 5 Mei
- 2 menit membaca
Diperbarui: 15 Mei
BANDUNG – Gemuruh suara suporter "Kampus Hijau" memenuhi arena saat peluit panjang dibunyikan. STKIP Pasundan Cimahi resmi mengukuhkan diri sebagai raja futsal antarperguruan tinggi dalam ajang National Collegiate Futsal Series (NCFS) 2026. Namun, di balik trofi juara tersebut, tersimpan perjuangan melelahkan yang penuh dengan evaluasi tajam dan mentalitas baja.

Melawan Ego, Membangun Chemistry
Perjalanan tim tidaklah mulus sejak hari pertama. Meski memiliki materi pemain bertabur bintang, masalah klasik seperti ego individu sempat menjadi hambatan. Hal ini diakui oleh pemain andalan, Irfan Permana.
"Yang harus dievaluasi adalah ego individual pemain. Kita harus menurunkannya agar chemistry tim lebih dapat dibanding pertandingan-pertandingan awal," ujar Irfan. Baginya, kemenangan bukan soal siapa yang mencetak gol, melainkan bagaimana tim bergerak sebagai satu kesatuan demi target tiga poin di setiap laga.

Taktik Cerdas di Balik Kemenangan Krusial
Salah satu momen paling menentukan adalah laga sengit melawan tim kuat, Telkom. Di babak pertama, STKIP Pasundan sempat dibuat frustrasi oleh pertahanan lawan yang sangat rapat. Namun, ketenangan Coach Dita di pinggir lapangan menjadi kunci perubahan.
"Kami mengakui Telkom di babak pertama pertahanannya sangat luar biasa rapi. Tapi di babak kedua, kami punya cara tersendiri untuk mengantisipasi itu," ungkap Coach Dita. Ia merasa bangga karena para pemain mulai disiplin mengikuti instruksi dan mengambil keputusan yang lebih simpel namun efektif. Coach Dita juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik di tengah jadwal yang padat. "Kita istirahat cuma satu hari. Kita tidak boleh menganggap remeh siapapun lawannya, harus kita lawan dengan 100%," tegasnya.

Gol Pertama yang Memecah Kebuntuan
Sang kapten tim, Hanif Fuadi Anwar, mengungkapkan bahwa momen paling emosional bagi tim adalah saat mereka berhasil mencetak gol pertama setelah sempat mengalami "kebuntuan" panjang di awal turnamen.
"Momen paling berkesan itu saat gol pertama. Itu memecah kebuntuan tim, soalnya dari pertandingan kemarin kita buntu. Setelah gol itu lahir, barulah gol-gol selanjutnya mengikuti," cerita Hanif dengan lega. Sebagai pemimpin di lapangan, Hanif terus mengingatkan rekan-rekannya untuk memperbaiki finishing dan saling percaya. "Saling tanggung jawab, saling percaya diri, dan saling rangkul. Kita bareng-bareng lagi aja," tambahnya.

Pemain Keenam yang Tak Tergantikan
Satu hal yang disepakati oleh pemain, kapten, hingga pelatih adalah peran luar biasa dari suporter STKIP Pasundan. Coach Dita bahkan menyebut pengaruh suporter mencapai 100% terhadap semangat juang tim.
"Sangat besar pengaruhnya, kehadiran mereka memberi kami semangat lebih untuk memberikan yang terbaik," kata Coach Dita. Hanif Oddie pun berharap dukungan ini tidak pernah padam. "Semoga suporter STKIP tetap datang terus sampai kita benar-benar mengunci gelar juara."

Misi Juara Tercapai
Dengan semangat "hilangkan ego, utamakan tim", STKIP Pasundan Cimahi berhasil melewati fase knockout dengan gemilang hingga akhirnya mengangkat trofi juara 1 NCFS 2026. Kemenangan ini bukan hanya milik para pemain di lapangan, tapi kemenangan seluruh warga STKIP Pasundan yang tak henti memberikan dukungan dari tribun.
Pasundan Jaya!
