top of page

Melampaui Batas di Atas Tatami: Rekapitulasi Semangat dan Dedikasi di STKIP Pasundan Cup & Sirkuit 1 Jawa Barat

  • 13 Apr
  • 3 menit membaca

CIMAHI – Gemuruh teriakan kiai dan dentuman langkah di atas tatami mewarnai atmosfer GOR STKIP Pasundan selama dua hari berturut-turut. Gelaran prestisius STKIP Pasundan Cup VIII (SPC) yang tahun ini dipercaya oleh FORKI sebagai tuan rumah Sirkuit 1 Jawa Barat, sukses menyedot perhatian ratusan atlet, pelatih, dan pencinta karate dari seluruh penjuru Jawa Barat.


Bukan sekadar kompetisi tahunan, ajang ini menjadi bukti nyata kontribusi STKIP Pasundan dalam menjaga nyala api prestasi karate di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat.



Ketua Pelaksana Kejuaraan Karate STKIP Pasundan Cup VIII, Ramadhan Noer Sulaiman.
Ketua Pelaksana Kejuaraan Karate STKIP Pasundan Cup VIII, Ramadhan Noer Sulaiman.

Estafet Prestasi: Dari Tradisi Menuju Inovasi


Ketua Pelaksana SPC, Ramadhan Noer Sulaiman, mengungkapkan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan oleh FORKI Jabar. Menurutnya, progres kejuaraan ini terus menunjukkan grafik positif dari tahun ke tahun.


"Alhamdulillah, kampus kita kembali mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan Sirkuit 1 Jawa Barat. Dari segi penyelenggaraan, kami melihat progres yang sangat baik, mulai dari manajemen venue hingga kualitas pertandingan yang semakin kompetitif," ujar Ramadhan.


Ia menegaskan bahwa tujuan utama acara ini melampaui urusan menang dan kalah. "Tentu semua ingin juara, tapi fokus utama kami adalah perkembangan atlet. Ini adalah ajang silaturahmi antar-karateka dan pelatih se-Jawa Barat, sekaligus wadah mengasah kemampuan atlet muda agar lebih berkualitas di masa depan," tambahnya.


STKIP Pasundan Cup VIII
STKIP Pasundan Cup VIII

Tantangan Generasi: Mental dan Konsistensi


Di sudut lapangan, para pelatih bekerja keras menyusun strategi. Gandi Muhammad, salah satu pelatih yang hadir, memberikan pandangannya mengenai dinamika pertandingan tahun ini. Bagi Gandi, setiap kontingen adalah ancaman yang tidak boleh diremehkan.


"Tugas pelatih bukan hanya memotivasi, tapi menganalisis. Semua lawan harus diwaspadai karena setiap manajer pasti memiliki analisisnya sendiri. Tidak ada yang bisa dianggap remeh," tegas Gandi.


Gandi juga menyoroti tantangan unik dalam melatih atlet generasi sekarang, yaitu faktor stabilitas mood. "Tantangan terbesar saat ini adalah mood atlet. Sehebat apapun latihan mereka, pengaruh mood di generasi sekarang sangat besar. Tugas kami adalah memastikan motivasi mereka tetap stabil di tengah tekanan kompetisi," jelasnya. Meski demikian, ia memuji pengelolaan venue tahun ini yang dinilai lebih teratur dan kondusif dibandingkan gelaran sebelumnya.


STKIP Pasundan Cup VIII
STKIP Pasundan Cup VIII

Filosofi Sang Juara: Usaha Vertikal dan Horizontal


Di sisi lain, Reisafha Maydina Dirgahany, salah satu atlet yang berlaga, membagikan rahasia di balik ketenangannya di arena. Baginya, persiapan fisik saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan kesiapan mental dan spiritual.


"Persiapan aku selain latihan adalah mental dan ibadah. Aku percaya pada keseimbangan vertikal dan horizontal. Usaha harus besar, tapi doa juga tidak boleh main-main. Hasil tidak akan pernah mengkhianati proses," ungkap Reisafha dengan mantap.


Saat ditanya mengenai cara mengatasi rasa gugup yang kerap menghantui atlet, ia memberikan tips sederhana namun mendalam: "Main nothing to lose saja. Jangan bawa beban. Kita sudah latihan, kita sudah usaha, it’s time to show. Lepaskan saja semuanya di lapangan."


STKIP Pasundan Cup VIII
STKIP Pasundan Cup VIII

Menatap Masa Depan: Estafet Event Selanjutnya


Keberhasilan SPC tahun ini tidak membuat pihak panitia berpuas diri. Ramadhan Noer Sulaiman membocorkan bahwa STKIP Pasundan telah menyiapkan agenda besar berikutnya, yakni SPOT (STKIP Pasundan Open Tournament).


"STKIP Pasundan rutin mengadakan dua event besar, SPOT dan SPC. Setelah ini, kami akan fokus mempersiapkan SPOT dengan kemasan yang lebih seru dan menantang," tutup Ramadhan.


Ajang STKIP Pasundan Cup tahun ini resmi berakhir dengan penuh haru dan kebanggaan. Harapannya, dari matras ini akan lahir bibit-bibit unggul yang nantinya akan mengharumkan nama Jawa Barat dan Indonesia di kancah internasional. Kemenangan mungkin hanya milik beberapa orang, namun semangat Bushido dan disiplin yang terbentuk akan menjadi modal abadi bagi setiap peserta.



 
 

© 2025 STKIP Pasundan

bottom of page