
Menempa Resiliensi Kabinet Sauyunan: Strategi BEM STKIP Pasundan Menghadapi Dinamika Organisasi
- 2 hari yang lalu
- 2 menit membaca
CIMAHI – Dinamika organisasi mahasiswa sering kali dihadapkan pada tekanan dan konflik internal yang kompleks. Menyadari hal tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Pasundan periode 2025-2026 menggelar agenda Upgrading bagi jajaran pengurus Kabinet Sauyunan. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mematangkan mentalitas dan manajemen konflik para aktivis kampus tersebut.

Pengalaman Adalah Guru Terbaik
Hadir sebagai pemateri utama, Dr. Edy Sofyan, S.Sos., M.Pd., memberikan perspektif mendalam mengenai pentingnya berorganisasi sebagai investasi masa depan. Beliau menekankan bahwa kecerdasan intelektual harus disempurnakan dengan pengalaman lapangan yang nyata.
Mengutip pesan legendaris B.J. Habibie, Dr. Edy menyampaikan, "Kamu boleh pintar dari Bapak, tapi pengalaman itu harus kamu lewati." Menurutnya, menjadi bagian dari BEM adalah kesempatan langka yang melatih mahasiswa untuk membangun branding diri dan institusi. Beliau pun tanpa ragu memberikan label "Luar Biasa" atas semangat yang ditunjukkan oleh pengurus Kabinet Sauyunan dalam sesi tersebut.

Belajar dari Konflik, Bergerak dalam Harmoni
Presiden Mahasiswa STKIP Pasundan, Abdul Hamid, mengungkapkan bahwa saat ini organisasi memang tidak luput dari berbagai tantangan. Melalui materi yang disampaikan oleh Dr. Edy Sofyan, ia berharap para pengurus memiliki kemampuan analisis yang tajam dalam memecahkan masalah.
"Harapannya, teman-teman pengurus bisa menganalisa dan mengetahui bagaimana cara menghadapi sebuah konflik. Penting bagi mereka untuk memahami cara mengatasinya agar organisasi tetap stabil," ujar mahasiswa prodi PJKR tersebut. Ia pun menitipkan pesan singkat kepada jajarannya: "Tetap semangat, tetap Sauyunan."

Menyelesaikan Apa yang Telah Dimulai
Senada dengan Presma, Ketua Pelaksana kegiatan ini memberikan catatan kritis mengenai konsistensi. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah kabinet tidak diukur dari kemeriahan rencana di awal, melainkan dari daya tahan hingga akhir masa jabatan.
"Jangan sampai semangat kalian besar di awal, tapi hilang di tengah jalan. Organisasi yang baik adalah seberapa mampu kalian mempertanggungjawabkan apa yang sudah kalian mulai," tegasnya di sela-sela acara.
