
Menumbuhkan Generasi Digital Berintegritas: UKM UTRECHT Gencarkan Edukasi UU ITE
- 6 hari yang lalu
- 2 menit membaca
Di bawah bimbingan Pembina UKM UTRECHT, Dr. Neneng Tripuspita, S.H., M.Pd. Unit Training Civic Hukum (UTRECHT) STKIP Pasundan Cimahi menggelar kegiatan edukasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) di MA Cikande.
Kegiatan Pengabdian ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran hukum di kalangan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, para siswa dibekali pemahaman mengenai etika, keamanan, dan tanggung jawab dalam bermedia digital guna membentuk generasi yang cerdas, kritis, dan berintegritas.
Di era digital yang serba cepat, jemari sering kali bergerak lebih cepat daripada pemikiran. Banyak orang menganggap bahwa aktivitas di dunia maya hanyalah sesuatu yang bersifat virtual dan tidak memiliki konsekuensi nyata.
Namun, bagi UKM UTRECHT, dunia Maya adalah perpanjangan dari kehidupan nyata yang memiliki dampak nyata, aturan nyata dan konsekuensi nyata

Filosofi "Memberi Pupuk pada Akarnya": Edukasi sebagai garda terdepan pencegahan
Ketua Umum UKM UTRECHT, Dhaifilla Akbar, memiliki filosofi pergerakan yang unik. Daripada sekadar menjadi pemadam kebakaran saat masalah hukum terjadi, Utrecht memilih untuk "memberi pupuk pada akarnya".
Selama dua bulan penuh, pengurus Utrecht meracik materi secara intensif bukan sekadar teori hukum yang membosankan, melainkan ilmu praktis untuk bertahan hidup di dunia digital. "Kami memperhatikan hal kecil hingga besar.
Mulai dari cara mencegah lokasi rumah dilacak, mengamankan saldo m-banking, hingga proteksi suara dari penyalahgunaan AI untuk penipuan," jelas Dhaif. 16/06/2026
Menyeimbangkan Teori dan Relevansi
Ketua Pelaksana, Putri Dila Sapnia, mengungkapkan bahwa kunci dari edukasi yang efektif adalah relevansi. Agar materi hukum tidak terasa kaku, Utrecht memadukan perspektif akademis dari dosen, Dr. Aprillio Poppy Belladona S.H., M.Pd.,dengan pengalaman praktis dari rekan mahasiswa yaitu Sandra Wijaya dan Azhar Nuriyanti.
Pendekatan ini terbukti efektif karena materi yang disampaikan seperti cyberbullying dan cyber ethics menjadi jauh lebih relate dengan keseharian siswa.
Dengan target 100 peserta, strategi ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran siswa untuk menjadi smart and good citizenship di ruang digital.
Menjaga Keberlanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
Utrecht paham bahwa edukasi tidak boleh berhenti saat acara selesai. Untuk memastikan dampak jangka panjang, mereka menjalin kolaborasi erat dengan pihak sekolah, guru, hingga guru BK.
"Kami ingin memastikan apa yang kami bawakan benar-benar terimplementasi. Kami melakukan monitoring jarak jauh untuk memastikan peserta didik tetap berada di jalur yang benar," tambah Dhaif.
Pembina Utrecht Dr. Neneng Tripuspita, S.H., MPd. menegaskan bahwa tujuan utama mereka adalah membentuk generasi yang paham hak dan kewajiban.
"Harapannya, perlahan akan terbentuk kebiasaan berinternet yang sehat. Lingkungan yang aman dan nyaman di dunia maya akan tercipta jika masyarakatnya paham aturan dan saling menghormati," ujarnya. pada (16/06/2026).
Sinergi untuk Masa Depan
Setelah sukses berkolaborasi dengan berbagai instansi besar mulai dari DPR RI, partai politik, hingga Kominfo Kota Bandung kini saatnya UTRECHT memperkuat sinergi di "rumah sendiri".
Dhaif berharap media kampus dapat lebih intensif berkolaborasi, tidak hanya melalui tulisan, tapi juga diskusi langsung seperti podcast atau bincang santai.
Sebab bagi mereka, etika dasar dan hukum adalah hal-hal yang lebih bermakna jika disampaikan melalui interaksi manusiawi bukan sekadar ketikan di kolom komentar.
Melalui dedikasi UKM UTRECHT, STKIP Pasundan Cimahi kini bukan hanya tempat mencetak tenaga pendidik, tetapi juga menjadi inkubator bagi generasi digital yang berintegritas, kritis, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan kepala tegak.
